Kesadaran untuk mengakhiri cerita itu pun datang...
mengakhiri segala keangkuhan yang beranggapan cerita bisa diselesaikan hanya dengan kertas dan alat tulis...
melupakan yang terpenting dari sebuah cerita.... yaitu makna.
dalam fikiran yang dangkal beranggapan bahwa ceritakulah yang terbaik!!!
aaarrrgggghhhhh!!!!
dengan sombongnya aku menulis segala yang aku ingin dalam ceritaku
bahkan dengan pikiran yang kuanggap brilian ini, aku berpikir,,,
apa yang bisa menghalangiku menulis??
bukankah aku punya tinta dengan kualitas terbaik??
dan bukankah aku punya kertas dengan kualitas wahid???
lagipula aku punya cerita dengan makna yang luar biasa..????
sombong.... dan bahagialah aku dengan kesombongan itu...
dan kesadaran bodoh itu pun datang... berpikiran bahwa ceritaku terlalu pendek untuk diakhiri....
nafsu itupun berkata...
kenapa harus kusudahi jika aku mampu untuk memperpanjangnya????
ahahahaha!!!!!!
tertawa itulah yang kulantunkan seolah aku mampu untuk menulis segalanya...
kemudian menulislah aku dengan bangga.. berpikir semua ini akan lebih baik...
tapi salah....
tiba tiba aku terhenyak dalam keterkejutan yang membuat otak ini tak mau bercerita lagi...!!!
aku pun mencari alasannya sambil terus memandangi ceritaku.... tapi aku tidak sadar, ini bukan lagi ceritaku.....
alasan itu pun akhirnya terpampang jelas bahwa aku telah melupakan makna dari ceritaku...
terlambat...
ceritaku terlanjur hancur...
jangankan memperbaiki, mereka ulang pun sudah tak mungkin
penyesalan bodoh itupun dengan gagah menghampiri...
semua seolah menjadi terik....
terang.... tapi panas....
cerita ini kuakhiri dengan segala kekurangan..
ceritaku ini tak punya akhir yang baik....
tapi ingatlah, ceritaku ini awalnya punya makna yang baik....
...
...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar